Dahulu, di kalangan bani Israil, hidup seorang penjahat. Pada suatu hari ia bertemu dengan seorang ahli ibadah (‘abid) yang juga berasal dari bani Israil. Setiap kali berjalan, si ‘abid dinaungi oleh awan. Saat bertemu dengan si ‘abid, penjahat tersebut berkata dalam hatinya, “Aku adalah seorang penjahat dan dia seorang ‘abid, biarlah aku duduk di dekatnya agar Allah merahmatiku.” Ia lalu duduk di samping ‘abid tersebut.
Pada saat itu, si ‘abid memandang rendah penjahat tersebut dan berkata dalam hatinya, “Aku adalah seorang ‘abid, sedangkan dia seorang penjahat, mana boleh dia duduk di sampingku.” Allah pun mewahyukan kepada Nabi yang hidup di zaman dan daerah itu, “Perintahkan keduanya untuk mulai beramal lagi, karena sesungguhnya telah Kuampuni penjahat itu dan Kugugurkan pahala amal si ‘abid.”
Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa sewaktu mereka beranjak dari tempat duduknya, awan yang sejak dulu menaungi si ‘abid berpindah menaungi si penjahat.*
Saudaraku,
Semoga kisah di atas mampu menjadi renungan terdalam bagi kita semua untuk senantiasa berhati-hati dalam setiap gerak hidup kita ini.
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala melindungi dan memelihara hati kita dari sifat sombong dan merasa mulia dan lebih baik dari pada orang lain, meski rasa itu hanya sebesar biji atom, yang tak pernah kita sadari hadirnya di hati, namun akibatnya sangat membinasakan kedudukan kita dalam pandangan Allah dan menghapuskan kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan…aamiin Allahumma aamiin.
Allahumma inna nas aluka husnul khotimah, wa na’udzubika min su’il khotimah..
Rujukan: “Inilah Jawabannya – Jawaban Atas Berbagai Persoalan Sehari-hari” oleh Habib Naufal (Novel) bin Muhammad Alaydrus, Desember 2009, Hal 135
Read More..
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
06 April 2010
20 April 2009
Kilas Balik Perjalanan Ponpes Al Madaniyyah (1)
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, tidak terasa jika perjalanan Pondok Pesantren Al Madaniyyah akan memasuki tahun ke 6 di tahun 2009 ini. Begitu banyak kisah yang dialami sepanjang perjalanan itu. Pun harapan yang ingin dicapai ke depannya.
Kali ini kami ingin mengajak para pembaca untuk sejenak ikut ke belakang, dimana kami ingin sedikit berbagi cerita, bagaimana awalnya Ponpes Al Madaniyyah yang seakan akan sudah menjadi satu tempat persinggahan alim ulama dari beberapa tempat, seperti para habaib dari pulau jawa, sumatera, kalimantan dan beberapa syeikh dari luar negeri yang alhamdulillah menyempatkan untuk singgah dalam rangka dakwah dan membagikan ilmu serta wejangan mereka yang penuh manfaat.
Kedatangan Para Habaib
Berdatangannya sejumlah Habaib, baik dari pulau Jawa maupun Sumatera dan juga kalimantan, tidak terlepas dari jasa fiqur seorang Habib yang cukup disegani di Kota Batam. Beliau adalah Al Habib Toha bin Yahya, Pimpinan Majelis Dzikir Asma ul Husna wa Mawlidur Rosul Kota Batam. Majelis beliau yang selalu di adakan setiap hari Ahad di minggu ke-empat setiap bulannya sering kali menghadirkan tokoh habaib yang mempunyai reputasi sebagai Da'i yang cukup disegani dan memiliki Majelis yang cukup besar di Kota asal mereka. Terhitung Al Habib Jindan bin Novel (Pimpinan Majelis Ta'lim Al Fachriyah) dari Jakarta, ataupun Al Habib Thohir bin Abdullah Alkaff pernah hadir menjadi Da'i tamu di Majelis beliau ini.
Alhamdulillah, rasa kedekatan yang terjadi di antara Ponpes Al Madaniyyah dan beliau telah menjadi kunci akan kesediaan dari para Habaib tadi untuk singgah di Ponpes Al Madaniyyah, juga dalam rangka berbagi ilmu bermanfaat untuk umat.
Semoga hubungan diantara kedua Majelis Ta'lim ini berkesinambungan dalam keridhoan dan keberkahan dari Allah swt serta menjadikan Rasulullah saw berbahagia melihatnya..amin.
[bersambung]
Read More..
Alhamdulillah, tidak terasa jika perjalanan Pondok Pesantren Al Madaniyyah akan memasuki tahun ke 6 di tahun 2009 ini. Begitu banyak kisah yang dialami sepanjang perjalanan itu. Pun harapan yang ingin dicapai ke depannya.
Kali ini kami ingin mengajak para pembaca untuk sejenak ikut ke belakang, dimana kami ingin sedikit berbagi cerita, bagaimana awalnya Ponpes Al Madaniyyah yang seakan akan sudah menjadi satu tempat persinggahan alim ulama dari beberapa tempat, seperti para habaib dari pulau jawa, sumatera, kalimantan dan beberapa syeikh dari luar negeri yang alhamdulillah menyempatkan untuk singgah dalam rangka dakwah dan membagikan ilmu serta wejangan mereka yang penuh manfaat.
Kedatangan Para Habaib
Berdatangannya sejumlah Habaib, baik dari pulau Jawa maupun Sumatera dan juga kalimantan, tidak terlepas dari jasa fiqur seorang Habib yang cukup disegani di Kota Batam. Beliau adalah Al Habib Toha bin Yahya, Pimpinan Majelis Dzikir Asma ul Husna wa Mawlidur Rosul Kota Batam. Majelis beliau yang selalu di adakan setiap hari Ahad di minggu ke-empat setiap bulannya sering kali menghadirkan tokoh habaib yang mempunyai reputasi sebagai Da'i yang cukup disegani dan memiliki Majelis yang cukup besar di Kota asal mereka. Terhitung Al Habib Jindan bin Novel (Pimpinan Majelis Ta'lim Al Fachriyah) dari Jakarta, ataupun Al Habib Thohir bin Abdullah Alkaff pernah hadir menjadi Da'i tamu di Majelis beliau ini.Alhamdulillah, rasa kedekatan yang terjadi di antara Ponpes Al Madaniyyah dan beliau telah menjadi kunci akan kesediaan dari para Habaib tadi untuk singgah di Ponpes Al Madaniyyah, juga dalam rangka berbagi ilmu bermanfaat untuk umat.
Semoga hubungan diantara kedua Majelis Ta'lim ini berkesinambungan dalam keridhoan dan keberkahan dari Allah swt serta menjadikan Rasulullah saw berbahagia melihatnya..amin.
[bersambung]
Read More..
Tags:
Habaib,
Info Majelis,
Kisah,
Milad,
Serba Serbi
Langganan:
Postingan (Atom)







